Seperti Apa Penerapan Zakat Produktif Fasilitas Umum di Tanah Air?

Sebagai umat Islam, zakat merupakan salah satu langkah untuk menekan angka kemiskinan. Zakat telah diatur sedemikian rupa agar dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat. Dalam hal ini termasuk pengadaan fasilitas umum untuk kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari. Pertanyaannya adalah, apakah zakat produktif fasilitas umum boleh diterapkan?

Jika merujuk pada tujuan zakat yang hakikatnya digunakan untuk membangun sistem perekonomian dan tak hanya berkutat pada santunan komsumtif, maka zakat produktif mesti dilaksanakan. Psalnya zakat produktif memiliki dampak jangka panjang yang mampu mendukung pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.

Dalam hal ini khususnya adalah fasilitas umum. Tidak sedikit kemiskinan struktural yang terjadi akibat keterbatasan fasilitas umum, yang kemudian mengakibatkan suatu daerah sulit berkembang. Padahal terdapat sumber daya yang terbilang mencukupi, namun karena faktor ketersediaan fasilitas umum yang terbatas menyebabkan produktifitas masyarakat menurun.

Kondisi produktifitas yang menurun jelas akan memengaruhi kualitas kehidupan masyarakatnya. Kasus ini tak hanya terjadi di satu atau dua wilayah, melainkan pada banyak lokasi di pelosok negeri. Di sinilah zakat produktif untuk fasilitas umum  kemudian menjadi opsi yang solutif.

Lalu, bagaimana masyarakat bisa merasakan manfaat dari zakat produktif? Caranya adalah melalui beragam program bantuan yang digelontorkan oleh Badan Amil Zakat setempat atau lembaga pengelola dana zakat dan sedekah.

Mengapa masyarakat tidak mengumpulkan zakat secara mandiri lalu mengelolanya sendiri? Inilah poin penting yang patut dipahami oleh masyarakat. Zakat produktif sebaiknya memang dikelola oleh Badan Amil Zakat atau lembaga zakat sejenis yang memang mumpuni dan kompeten. Pasalnya, dana tersebut mesti diperhitungkan dengan saksama peruntukkannya.

Bukan cuma itu, dana zakat produktif sangat berbeda dengan zakat yang diberikan secara konsumtif. Alasannya karena, dana zakat produktif punya sasaran jangka panjang yakni, untuk memandirikan masyarakat.

Hal ini berarti, masyarakat diberikan edukasi bahwa dana yang diberikan dalam bentuk program akan diukur tingkat keberhasilan dan besaran manfaatnya. Justru dengan dana zakat produktif, maka pengentasan kemiskinan lebih mungkin untuk tercapai.

Badan Amil Zakat (BAZ) maupun lembaga zakat sejenis, umumnya mempunyai tim yang kompeten dalam hal pendistribusian, pendampingan, hingga pemberdayaan masyarakat. Hal ini termasuk pula untuk membangun beragam fasilitas umum yang paling krusial untuk kemaslahatan suatu daerah.

Sebelum program pemberdayaan masyarakat dilakukan, maka lembaga pengelola zakat akan menganalisis kebutuhan masyarakat, menemukenali sumber daya lokal hingga potensi warga. Tidak hanya itu, analisis mendalam hingga mengenali kultur budaya lokal turut dilakukan.

Tujuannya, agar bisa ditemukan akar masalah kemiskinan yang terjadi di wilayah tertentu.  Apakah ada faktor kultur lokal yang ternyata mengaibatkan terhambatnya perkembangan wilayah. Nantinya, hasil analisis inilah yang akan mendasari keputusan para pengelola zakat. Data tersebut akan digunakan untuk merancang program seperti apa yang dapat membantu mengentaskan kemiskinan di wilayah setempat.

Ada beberapa bentuk zakat produktif yang kerap diimplementasikan oleh lembaga-lembaga pengelola zakat, beberapa diantaranya adalah:

  • Peminjaman Modal Usaha dan Pendampingan

Dana zakat disalurkan berupa modal untuk membangun kembali atau memulai usaha bagi para mustahik. Dalam hal ini, disebut ‘pinjaman’ karena mustahik tetap berkewajiban untuk mempertanggungjawabkan dana modal usaha yang diberikan. Pihak lembaga zakat pun akan terus mendampingi masyarakat agar usahanya terus berjalan.

  • Edukasi

Pendidikan adalah bekal penting dalam program pengentasan kemiskinan. Dalam hal ini, program edukasi bisnis atau memulai usaha, hingga pengadaan fasilitas pendidikan kerap dilaksanakan dengan menggunakan dana zakat.

  • Penyediaan Saluran Air

Air jelas adalah kebutuhan utama bagi kehidupan masyarakat. Ketersediaan air bersih seringkali menjadi masalah yang tak kunjung tuntas di pelosok daerah. Itulah mengapa gerakan seperti sedekah air dan program pengadaan air bersih melalui dana zakat juga dianjurkan.

  • Penyediaan Jaringan Listrik

Kegiatan usaha, jual-beli, pendidikan, hingga fasilitas kesehatan, semuanya membutuhkan ketersediaan listrik. Dengan adanya jaringan listrik, maka masyarakat bisa lebih produktif. Kegiatan lokal pun bisa berjalan optimal.

Anda pun sebagai umat muslim bisa turut andil dalam program zakat produktif fasilitas umum semacam ini. Dengan menunaikan zakat, Anda tidak hanya telah membersihkan harta yang dimiliki, tapi juga berperan dalam meningkatkan taraf hidup dhuafa.

 

Sumber:

http://stai-aljawami.ac.id/detail-artikel?lihat-artikel-id=69

http://eprints.walisongo.ac.id/5576/1/112311053.pdf

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*