Bersedekah Lewat Wakaf Produktif, Pahala Terus Mengalir Tanpa Henti

Pernahkah Anda mendengar istilah wakaf produktif? Bagi umat Islam, wakaf bukanlah sesuatu yang asing karena wakaf adalah salah satu bentuk ibadah sedekah yang sangat dianjurkan. Seperti yang diketahui, bersedekah sudah pasti mendatangkan pahala, namun sedekah yang paling baik adalah sedekah jariah atau wakaf.

Sedekah jariah merupakan amalan yang pahalanya akan terus mengalir sekalipun orang yang melakukannya sudah meninggal dunia. Ketika Anda mewakafkan harta benda pribadi demi kepentingan banyak orang, Anda tidak hanya bermanfaat bagi orang lain, tapi juga akan mendapatkan rida Allah Swt.

Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Saw. yang artinya, “Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim).

Pengertian Wakaf

Secara harfiah, wakaf berarti menahan, diam, atau berhenti. Wakaf juga bisa diartikan sebagai perbuatan memberikan barang pribadi untuk kepentingan umum. Sementara menurut ahli fikih dan undang-undang yang berlaku di Indonesia, wakaf memiliki definisi sebagai berikut:

  • Menurut Hanafiyah

Wakaf adalah menahan benda milik wakif (pemberi wakaf) dan menyedekahkan manfaat dari benda tersebut untuk hal-hal yang baik. Artinya, wakaf bukanlah penyerahan barang secara total karena yang diberikan hanyalah manfaatnya, sedangkan hak milik dari barang tersebut masih tetap di tangan wakif.

  • Menurut Syafi’iyah

Wakaf  berarti menahan suatu benda yang bisa diambil manfaatnya selama benda tersebut kekal atau awet. Caranya adalah dengan memutuskan hak kepemilikan atas benda tersebut dan dialihkan kepada penerima wakaf. Dalam hal ini, maka materi yang diwakafkan haruslah berupa benda yang  tidak mudah rusak.

  • Menurut Malikiyah

Wakaf berarti menahan harta dari penggunaan pribadi, misalnya dijual pada pihak lain. Hak milik benda tersebut masih di tangan wakif, namun hasil atau manfaatnya diserahkan kepada mereka yang berhak. Pemberian wakaf pun memiliki jangka waktu tertentu sesuai dengan keinginan pihak pemberi wakaf.

  • Menurut Hanabilah

Wakaf diartikan dengan menahan pokok awal atau benda asal wakaf dan menyumbangkan manfaat yang bisa diperoleh dari benda tersebut. Definisi ini hampir sama seperti yang diungkapkan oleh ahli-ahli fikih sebelumnya, namun tidak dijelaskan secara rinci mengenai hak kepemilikan dari benda tersebut.

  • Menurut Undang-Undang No. 41 Tahun 2004

Wakaf merupakan perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah.

Apa Itu Wakaf Produktif?

Bentuk wakaf bisa bermacam-macam, salah satunya adalah wakaf produktif. Wakaf jenis ini bisa diartikan sebagai suatu harta benda yang diwakafkan untuk kemudian digunakan dalam kegiatan yang produktif. Hasil dari produksi atau pengelolaan benda tersebut nantinya akan disalurkan kepada hal-hal yang sesuai dengan tujuan wakaf.

Wakaf produktif bisa mencakup banyak bidang, mulai dari pertanian, industri, perdagangan, peternakan, hingga jasa. Sebagai contoh, ada seorang wakif yang mewakafkan tanah pribadinya untuk dikelola menjadi lahan pertanian, maka hasil dari pengelolaan tanah tersebut adalah produk pangan.

Hasil produk pangan tersebut yang akan diberikan kepada orang lain yang membutuhkan. Jadi pihak penerima wakaf tidak menerima barang berupa tanah, namun hasil produksi dari pengelolaan barang yang diwakafkan tersebut.

Satu hal yang harus Anda ketahui, wakaf produktif adalah salah satu bentuk ibadah yang bisa menciptakan kesejahteraan masyarakat, khususnya umat Islam. Maka bagi Anda yang mampu, tak ada alasan untuk tidak berwakaf karena menggunakan harta di jalan agama adalah sesuatu yang sangat disukai oleh Allah Swt.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*