Seperti Apakah Sedekah yang Utama Itu ?

Di zaman kapitalis ini, di mana semua hal dilihat dari besaran jumlah maupun nominal, ternyata juga memengaruhi kebanyakan orang dalam mengeluarkan sedekah. Sedekah yang utama dinilai bukan lagi dari seberapa ikhlas seseorang mengeluarkan bagian dari hartanya, melainkan dilihat dari kepantasan diri mengeluarkan sedekah.

Pertanyaan pantas dan tidaknya untuk bersedekah menerbitkan pemakluman seseorang dalam mengurungkan sedekahnya. Hal ini sangat disayangkan. Hanya karena merasa belum pantas, maka kotak amal di masjid maupun di tempat umum masih banyak yang kosong, padahal itulah kesempatan emas buat seseorang untuk menebalkan tabungan akhiratnya kelak.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Nasa’i dan Imam Ahmad menjawab pertanyaan para sahabat nabi bahwa mereka terkaget akan pernyataan Rasulullah Saw., mengenai sedekah yang satu dirham ternyata mengungguli sedekah seratus ribu dirham, sebuah jarak nominal yang cukup jauh jika dibandingkan.

Mengapa hal tersebut bisa bernilai demikian di sisi Allah Swt? Rasulullah Saw. menjelaskan bahwa satu dirham yang dikeluarkan seseorang merupakan separuh bagian hartanya karena dia hanya memiliki 2 dirham. Sedangkan seratus ribu dirham hanya merupakan jumlah kecil dari seluruh harta seseorang, yang tentunya tidak ada rasa berat dalam mengeluarkannya.

Imam Ahmad juga meriwayatkan sebuah hadis yang hampir serupa mengenai pertanyaan Abu Dzar Al-Ghifari bahwa sedekah yang utama adalah sedekah yang dikeluarkan oleh orang miskin. Hadis tersebut justru menyebutkan kondisi ekonomi seseorang yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya sendiri, tetapi tetap berusaha menyedekahkan hartanya.

Kedua hadis di atas memberikan gambaran mengenai sedekah yang utama. Nominal bukan menjadi prioritas, namun keikhlasanlah yang mampu mendorong seseorang untuk menyedekahkan separuh hartanya. Hal ini juga memotivasi orang yang kurang mampu agar tetap bersedekah, karena balasan yang berlipat ganda dan lebih baik dari Allah Swt.

Kemudian hadis ini juga memotivasi orang dengan kecukupan materi, untuk bersedekah lebih banyak lagi. Dengan persentase yang sama dengan orang yang lebih miskin darinya, maka nominal yang dikeluarkan akan semakin besar. Hal ini tentunya akan sangat bermanfaat bagi kemaslahatan umat secara keseluruhan, termasuk di dalamnya orang yang membutuhkan.

Selain persentase harta yang disedekahkan dan keikhlasan, dalam riwayat lain disebutkan mengenai jenis sedekah yang utama, yaitu sedekah jariyah. Imam Muslim menyampaikan bahwa selain ilmu yang bermanfaat dan doa anak sholeh amalan yang pahalanya terus mengalir bahkan hingga ketika pemiliknya tiada adalah sedekah jariyah.

Sedekah jariyah adalah sedekah yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Selama sedekah jariyah tersebut dimanfaatkan, selama itulah pahalanya akan terus mengalir. Contohnya adalah sedekah untuk pembangunan masjid, wakaf tanah, penyediaan sarana dan prasarana pengairan, serta kelistrikan.

Sedekah kepada kerabat juga merupakan sedekah yang utama. Sedekah kepada kerabat memiliki dua kebaikan yaitu, membantu saudara sendiri dan silaturahmi yang terjalin menjadi semakin erat. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan untuk tetap membantu orang lain yang membutuhkan meskipun bukan kerabat kita.

Selanjutnya adalah sedekah yang diberikan secara sembunyi-sembunyi, hingga dikatakan tangan kiri tidak mengetahui bahwa tangan kanan baru saja mengeluarkan sedekah. Sedekah yang berpahala adalah sedekah yang tidak disebut-sebut dan tidak menyakiti penerimanya, bahkan pahala sedekah bisa hilang jika menyebutkan sedekahnya dan menyakiti hati si penerima.

Senantiasa ingatlah bahwa sejatinya harta adalah titipan dari Allah SWT. Harta yang sesungguhnya menjadi milik seseorang adalah harta yang disedekahkan karena akan menjadi pemberat timbangan amalnya di hari akhir kelak. Segeralah tunaikan sedekah yang utama agar mendapatkan rida Allah Swt. dan harta yang dimiliki senantiasa mendatangkan keberkahan.

Sedekah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Proses saling membantu yang telah diatur dalam Islam, sehingga tercipta kehidupan yang harmonis. Kehidupan manusia bagaikan roda, terkadang ada di atas kadang pula di bawah. Dengan mengetahui apa saja sedekah yang utama, maka Anda akan semakin bersemangat untuk bersedekah.

Berikut ini termasuk tujuh sedekah yang utama dalam Islam, menurut Dr. Muhammad bin Ibrahim an Nu’aim:

  1. Sedekah yang dilakukan saat seseorang dalam kondisi sehat dan menginginkan harta

Sebagian besar dari manusia, ketika berada dalam kondisi terbaiknya cenderung lupa akan sedekah. Hal yang dipikirkan terbatas pada pemenuhan kebutuhan diri dan keluarganya, penyimpanan harta, hingga konsumsi kebutuhan tersier terbaru, untuk memenuhi tuntutan zaman. Beruntunglah bagi orang yang senantiasa memberikan bagian khusus untuk akhirat di dalam harta yang dimilikinya.

Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah Saw. telah menerangkan kriteria sedekah yang utama. Sedekah yang utama adalah sedekah yang dikeluarkan saat seseorang masih dalam kondisi bugar dan sangat berambisi dalam mengumpulkan harta.

  1. Sedekah dari bagian hartanya sendiri dan diperuntukkan orang fakir

Dalam hadis yang riwayatkan oleh empat perawi utama, Rasulullah Saw. menjelaskan bahwa sedekah yang utama adalah sedekah yang dimulai dari orang yang fakir. Orang fakir adalah orang yang meskipun bekerja keras tetap saja belum mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, sehingga tepat sekali hadis ini memprioritaskan siapa penerima sedekah seharusnya.

Sedangkan bagi orang fakir yang ingin bersedekah hendaknya tidak memberatkan dirinya sendiri. Janganlah setelah bersedekah justru membutuhkan harta yang telah disedekahkannya. Hendaknya orang fakir mendahulukan hal wajib yaitu, kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya sebelum mengeluarkan sedekah yang sifatnya sunah.

  1. Sedekahnya orang yang memiliki harta yang sedikit

Sedekah selanjutnya yang utama adalah sedekah yang dilakukan oleh orang yang memiliki harta yang sedikit. Hadis riwayat Ahmad, Nasa’i, Abu Dawud, dan Tirmidzi menerangkan mengenai hal ini. Orang yang memiliki harta yang sedikit namun sungguh-sungguh dalam mengeluarkan harta untuk bersedekah, maka akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang kaya yang setengah hati dalam bersedekah.

  1. Sedekah bagi saudara yang membenci

Sedekah yang dinilai memiliki keutamaan selanjutnya adalah sedekah kepada saudara yang membenci. Amalan ini sangat berat dilakukan karena terhalang kondisi hati seseorang ketika dibenci oleh saudaranya sendiri.

Namun jika dilakukan, sedekah ini akan memiliki manfaat yang sangat baik. Alasannya, karena selain akan membantu secara materi juga akan memperbaiki hubungan antara sesama saudara. Pahalanya pun sangat besar bagi orang yang menyambung kembali tali silaturahmi.

  1. Sedekah yang memiliki manfaat jangka panjang

Sedekah oleh salah seorang sahabat, Sa’ad bin Ubadah yang menginginkan sedekah yang utama bagi ibundanya. Ketika dia bertanya kepada Rasulullah Saw. dijawablah oleh beliau bahwa sedekah yang utama adalah air, sehingga sahabat tersebut menggali sumur dan menyedekahkan airnya bagi seluruh muslim.

Air disebutkan di sini karena memiliki manfaat jangka panjang bagi banyak orang. Air adalah sumber kehidupan bagi seluruh makhluk hidup, itulah mengapa bersedekah air mempunyai keutamaan.

  1. Sedekah berupa kebutuhan vital bagi banyak orang

Bentuk sedekah yang paling utama adalah air, begitu tersebut di dalam hadis riwayat Imam Baihaqi. Air yang merupakan kebutuhan utama setiap orang bahkan seluruh hewan dan tumbuhan sangat penting artinya bagi kehidupan. Itulah mengapa sedekah dalam bentuk air sangat berpahala.

  1. Sedekah untuk keperluan jihad di jalan Allah Swt.

Jihad sangat membutuhkan berbagai perlengkapan yang tentunya tidak murah. Itulah mengapa bersedekah untuk keperluan jihad memiliki keutamaan. Jihad yang berarti membela agama Allah Swt., sudah seharusnya diberikan sedekah terbaik agar agama ini senantiasa tegak di bumi ini.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari hadis yang disebutkan di atas dan bersegera dalam menunaikan sedekah yang utama di sisi Allah Swt. Jadi sudahkah kamu bersedekah hari ini?

Sedekah merupakan sebuah pemberian kepada orang lain dari sebagian hartanya. Lantas apakah yang termasuk ke dalam sedekah yang utama? Uraian di bawah ini akan menjelaskan seperti apa sedekah yang utama itu sebenarnya.

Sedekah yang utama dianjurkan agar diberikan kepada karib kerabat terlebih dahulu. Surat Al Baqarah ayat 177 menyebutkan bahwa karib kerabat sebagai penerima sedekah. Bahkan, dalam surat Al Isra ayat 26 peruntukkan kepada kerabat disebutkan sebelum orang miskin. Hal ini berarti keutamaan sedekah untuk kerabat lebih diprioritaskan.

Dalam sebuah hadis lain yang menerangkan tentang pahala sedekah, Rasulullah Saw. mengatakan bahwa sedekah kepada orang miskin memiliki satu kebaikan, sedangkan kepada kerabat memiliki dua kebaikan. Dua kebaikan itu meliputi bantuan secara materi dan tersambungnya tali silaturahmi antar kerabat.

Bukankah orang yang lebih dikenal lebih utama untuk diberikan sedekah, dibandingkan orang asing? Orang yang dikenal dalam hal ini adalah kerabat. Kerabat yang memiliki ikatan darah maupun ikatan akibat pernikahan, tentunya lebih layak kita bantu. Pasalnya, merekalah yang nantinya bertanggung jawab untuk menanggung keluarga kita ketika kita telah tiada.

Kurang pantas juga jika membiarkan kerabat sendiri kesusahan, sementara kita memiliki kelebihan secara materi. Bahkan dalam hadis riwayat Thabrani dikatakan bahwa sedekah yang yang diberikan kepada selain kerabatnya akan tertolak jika masih ada kerabatnya yang kesusahan. Hadis ini menguatkan anjuran untuk lebih memprioritaskan kerabat dibandingkan orang lain dalam pemberian sedekah.

Hadis riwayat Imam Ahmad dan Muslim juga memberikan anjuran yang sama. Jika seseorang kondisinya miskin, maka hartanya itu lebih baik digunakan untuk dirinya sendiri dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Jika masih berlebih, maka digunakan untuk keluarganya dan yang masih memiliki hubungan kekeluargaan dengannya. Barulah jika terdapat kelebihan, maka dapat digunakan untuk bersedekah kepada orang lain.

Riwayat lain bahkan lebih terperinci lagi dalam mengatur pemberian sedekah ini. Hadis riwayat Abu Daud menjelaskan bahwa, harta satu dinar untuk dirinya sendiri, sedangkan dinar-dinar kelebihannya untuk istrinya terlebih dahulu. Alasannya, karena posisi istri di dalam Islam diibaratkan selimut yang sangat erat hubungannya.

Barulah kemudian pemberian kepada anak, hingga pelayan. Kemudian, yang terakhir terserah kepada pemilik harta kepada siapakah sedekah akan diberikan.

Hadis yang dibahas di atas menjelaskan bahwa sedekah memang seharusnya diberikan kepada kerabat terlebih dulu. Apalagi jika yang hukumnya wajib dalam pemberiannya, semisal istri dan anak, yang merupakan tanggung jawab utama seorang suami. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk tetap bersedekah di luar batasan tersebut.

Sedekah yang memiliki pahala begitu besar dengan beberapa kali lipat dari nominal yang telah disedekahkan, tentunya sangat menggiurkan bagi para pencinta akhirat. Harta yang sejatinya milik seseorang adalah harta yang telah disedekahkannya, karena akan terus dibawa hingga ke liang lahat. Selebihnya adalah milik keluarga yang ditinggalkannya.

Sedekah bisa diberikan sesuai situasi dan kondisi setiap orang. Jika memang orang fakir dan miskin berada di sekitar rumah, dapat diberikan secara langsung. Namun jika jumlah fakir dan miskin di sebuah tempat lain lebih banyak dan lebih membutuhkan, tidak ada salahnya memanfaatkan jasa lembaga penyalur sedekah.

Sekarang sudah sangat banyak sekali lembaga penyalur sedekah dengan beraneka macam program yang ditawarkan. Sedekah baik jangka panjang maupun pendek, untuk cakupan luas maupun sempit dapat ditemukan dalam program lembaga penyalur sedekah. Bahkan sedekah yang berupa donasi akibat bencana pun sudah bisa ditemui di setiap tempat.

Berbagai kemudahan yang Allah Swt. berikan kepada kita sudah selayaknya semakin menambah rasa syukur kita. Salah satu bentuk syukur adalah dengan memberikan sedekah yang utama terhadap harta yang dimiliki sebaik mungkin, baik dalam hal jumlah maupun cara pemberiannya. Semoga Allah Swt. mengganti sedekah yang telah kita keluarkan dengan sebaik-baik balasan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*